
Jeng Asih ( PARANORMAL - Ratu Susuk Indonesia ), saya adalah seorang istri dengan usia masih relatif muda (29 tahun). Kadang-kadang saya iri pada wanita-wanita lain yang kebetulan posisinya sama dengan saya, juga sebagai isteri. Saya banyak melihat rumah tangga mereka berjalan manis-manis dan wajar. Antara suami dan isteri terjadi saling pengertian dan saling menghargai. Sehingga keadaan atau suasana dalam keluarga terasa bahagia dan damai tenteram. Itu penglihatan saya sepintas terhadap keluarga atau rumah tangga lain. Entahlah didalamnya, apakah benar-benar seperti itu atau lain lagi keadaannya. Yang pasti sangat berlainan dengan rumah tangga bersama suami (31 tahun), sehari-hari bekerja sebagai "sales" produk makanan dan minuman.
Saya sebutkan seperti itu, dimana rumah tangga saya berlainan atau berbeda dengan rumah tangga yang lain-lain. Ya, mungkin karena perangai suami saya berbeda dengan suami-suami dalam suatu rumah tangga lainnya. Perangai suami yang seperti itu, saya ketahui sejak pada masa pacaran. Waktu itu saya sama sekali tidak menaruh prasangka apapun, malahan berpikir kelak setelah menikah akan berubah. Tidak tahunya setelah menikah bahkan sekarang mempunyai seorang anak (perempuan), terbukti perangai suami tidak berubah, malahan bertambah-tambah. Saya terus berusaha bersabar menghadapi perangai suami seperti itu. Yang saya cemaskan, kalau saya khilaf atau habis kesabaran, saya bisa berontak pada suami.

Karya Magis PADEPOKAN Metafisika
Paranormal kondang dari lereng Gunung Muria, Jawa Tengah, Dra.Hj.Asih Marlina, MBA, atau yang biasa disapa JENG ASIH, dikenal sebagai kampiun pencipta benda-benda magis untuk kecantikan abadi, ketampanan, terapi kejantanan dan frigiditas, kewibawaan, pengasihan, keharmonisan rumah tangga, dsb lewat lelaku batin bertahun-tahun ditempat-tempat keramat dan aura luar biasa.

Bulu Perindu Sejati - Jeng Asih, mungkin sudah takdir atau suratan tangan hidup saya sebagai seorang isteri harus rela (ikhlas tidak ikhlas) di madu. Jelasnya, suami saya mempunyai dua orang istri. Di mana istri pertama adalah saya (39 tahun), sedangkan istri ke dua lebih muda usianya dari saya karena baru berumnur 32 tahun. Awal-awalnya saya menentang keras keinginan sua mi mengambil istri lagi. Sebab itu sangat bertentangan dengan hati nurani saya. Selain itu bagaimana dengan dua anak saya (lelaki/perempuan umur 12 tahun dan 10 tahun),jika me mahami Papanya punya istri lain; Atau mereka mempunyai Mama lainnya selain diri saya.
Alasan saya seperti diatas, ditambah alasan-alasan lain menyangkut citra keluarga terhadap masyarakat lingkungan, ternyata tidak menyurutkan niat suami untuk menikah lagi dengan perempuan lain. Waktu itu suami berargumentasi,niatnya menikahi perempuan yang dimaksud bukan semata karena urusan syahwat. Tetapi lebih banyak terkait dengan hidup dan masa depan wanita yang akan dinikahinya tersebut. Menurut cerita suami, perempuan yang akan dinikahinya itu berstatus yatim piatu alias sebatang kara. Ke dua orang tuanya sudah tiada dan tak meninggalkan warisan apapun. Disamping itu juga tidak mempunyai satu orang pun saudara, baik itu kakak maupun adik dia tidak punya.
Menurut suami saya,perempuan itu berstatus janda. Dia dicerai suaminya setelah menikah selama delapan tahun dan “tidak punya anak” alias mandul. Dalam keadaan seperti itu lalu berjumpa dengan suami saya. Terdorong oleh rasa kemanusiaan terutama mengingat jalan hidup perempuan itu yang sendirian sama sekali tanpa orang tua/saudara, akhirnya me njadikan suami meniukahinya. Atas dasar alasan-alasan tersebut ditambah desakan suami yang tiada habis-habisnya saya akhirnya menyerah, meskipun dalam hati kecil saya tetap berontak tidak rela hidup di madu dengan isri muda.
Beberapa waktu sebelum suami melangsungkan pernikahan dengan perempuan itu, berkali-kali saya minta/mengingatkan, agar setelah menikah resmi dengannya jangan sampai melupakan keluarga/anak-istri. Atas permintaan itu suami berjanji sepenuh hati, akan berusaha menjalankan kewajibannya sebagai suami/kepala rumah tangga secara adil. Tak me mbeda-bedakan antara dua istri. Tidak melupakan dan mengingkari tugasnya mengasuh anak-anak, memberikan kesejahteraan jasmani-rokhani dengan sama-rata. Oleh janji suami seperti itu, nurani saya agak damai saat melepas suami melangsungkan pernikahannya.

Ajian Intan Kencana - Saya menjalankan bisnis dengan mendatangkan barang-barang dari luar negeri. Saya belakangan, nilai tukar dollar meroket. Ini benar-benar sangat memusingkan. Harga yang tinggi membuat pembeli sepi, sementara hutang telah jatuh tempo. Beruntung seorang kawan menyarankan saya untuk menemui Djeng Asih yang membekali saya AJIAN INTAN KENCANA. Di luar dugaan, datang rekanan bisnis yang menawarkan kerja sama untuk mengembangkan bisnis di tiga tempat baru. Penjualan pun kembali lancar dengan gerai baru itu. Sungguh efek yang luar biasa. Terima kasih Jeng Asih ..!!

Susuk Mustika Srikandi - Aura Memancar Sempurna, Karier Melesat Ke Puncak.
Semua benda-benda magis dengan Daya Spiritual Tinggi ini bisa diperoleh di:

K.P.I.I.01.01.II.02.2000
16/P.3.15/Des.1/5/1999
This is the Popup Module feature. Assign any module to the popup module position, and ensure that the Popup Feature is enabled in the Gantry Administrator.
You can configure its height and width from the Gantry Administrator.
More Information